<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>syahriar&#039;s blog</title>
	<atom:link href="http://corruptt.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://corruptt.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Feb 2010 13:34:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='corruptt.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>syahriar&#039;s blog</title>
		<link>http://corruptt.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://corruptt.wordpress.com/osd.xml" title="syahriar&#039;s blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://corruptt.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>tentang filter</title>
		<link>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/tentang-filter/</link>
		<comments>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/tentang-filter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 13:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>corruptt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://corruptt.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[filter adalah yang asesori optik kamera yang dapat dimasukkan ke dalam jalur optik kamera yang berbentuk persegi empat persegi panjang yang terpasang di dudukan aksesori dan umumnya berbentuk cakram terbuat dari gelas atau plastik dengan cincin bingkai logam atau plastik, yang dapat dibuka tutup di depan lensa kamera. Filter dapat menambahkan efek khusus. Filter dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=13&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>filter adalah yang asesori optik kamera yang dapat dimasukkan ke dalam jalur optik kamera yang berbentuk persegi empat persegi panjang yang terpasang di dudukan aksesori dan umumnya berbentuk cakram terbuat dari gelas atau plastik dengan cincin bingkai logam atau plastik, yang dapat dibuka tutup di depan lensa kamera. Filter dapat menambahkan efek khusus. Filter dikenal melalui nomor <strong>Wratten</strong>.</p>
<p>Bagi fotografer, filter memungkinkan untuk terjadi perubahan maupun untuk digunakan untuk kontrol dari gambar yang dihasilkan yang kadang-kadang dapat digunakan untuk membuat perubahan halus untuk foto yang dihasilkan. Kekurangan menggunakan filter adalah kemungkinan gambar yang berkualitas buruk akibat cahaya yang lebih sedikit atau akibat filter yang tergores, tetapi biasanya tidak akan menjadi masalah jika direncanakan dengan baik, namun dalam beberapa situasi filter lebih baik tidak digunakan.</p>
<p>Macam-macam filter kamera:</p>
<ul>
<li><strong>Filter Clear atau filter jernih</strong>, Filter Clear atau filter jernih adalah filter yang sepenuhnya transparan, dan tidak melakukan penyaringan masuk di semua gelombang cahaya. Guna filter ini adalah untuk melindungi bagian depan lensa.</li>
<li><strong>Filter Ultraviolet atau filter Ultraungu</strong>, guna filter ini untuk mengurangi kekaburan gambar akibat gelombang ultraviolet (ultraungu) transparan yang berlebih seperti di daerah pegunungan dan di sekitar daerah pantai. filter ini juga digunakan untuk perlindungan lensa seperti halnya “filter clear”, filter UV juga mengurangi garis fringing ungu pada kamera digital, filter UV yang kuat kadang-kadang digunakan untuk pemanasan warna foto yang diambil dengan bayangan di siang hari dan Filter UV yang kuat, seperti UV17-2A dapat digunakan untuk mengurangi beberapa bagian spektrum cahaya violet yang memiliki warna kuning pucat, filter ini juga efektif untuk mengurangi kabut.                                 Kelebihan memasang filter UV ke lensa adalah membuat lensa lebih aman dari goresan, debu, cuaca dan lensa terjatuh tanpa sengaja, Anda dapat membersihkan filter sering tanpa harus khawatir tentang kerusakan coating (pelapis) lensa, karena bila filter yang tergores oleh pembersihan jauh lebih murah bila dibandingkan dengan mengganti lensa.                                                                                      Ada perdebatan di kalangan fotografer tentang penggunaan UV filter:  beberapa menyatakan bahwa secara visual mempengaruhi hasil foto yang lebih buruk selain egfek vignetting disamping mengakibatkan lensa lekas panas. sedangkan yang lainnya menyatakan bahwa mereka tidak mempengaruhi dan filter yang merupakan pelindung lensa kamera.</li>
<li><strong>Infrared Filter atau Filter Inframerah</strong>, digunakan untuk menyaring cahaya yang mempunyai panjang gelombang inframerah yang berada di seberang sisi terang dari spektrum UV akan diteruskan ke sensor kamera atau film. Untuk foto dalam IR anda perlu filter yang tersaring hanya cahaya inframerah, namun ada beberapa masalah dengan kamera modern. Sensor yang dibangun untuk tidak merekam cahaya inframerah, dan kecuali jika anda ingin memodifikasi kamera Anda secara permanen (atau membeli kamera yang dirancang khusus seperti Canon 20Da). Teknik yang sangat unik dan aneh karena mampu menyaring warna klorofil (hijau) daun sehingga menghasilkan “gambar yang lain”.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Filter Polarizer</strong>, Filter polarizer dalam fotografi hitam/putih maupun fotografi berwarna digunakan untuk menggelapkan warna langit. Karena awan relatif tidak berubah, kontras antara awan dan langit meningkat. Kabut pada atmosfer dan sinar matahari terpantul juga dapat dikurangi dengan filter ini dan dalam warna foto keseluruhan kejenuhan (saturasi) warna dapat meningkat. Filter polarizer tidak efektif pada kamera film yang tidak dipasang dengan benar. Filter polarizer sering digunakan untuk menangani situasi yang melibatkan imajinasi, seperti yang melibatkan air atau kaca, termasuk gambar yang diambil melalui kaca jendela (fenomena sudut Brewster&#8217;s).                                                                         Tidak seperti filter lain filter polarizer tidak dapat digantikan oleh perangkat lunak pengolah citra karena sebagian besar optik yang mengendalikan efek polarisasi pada saat pengambilan gambar tidak dapat dibuat dalam perangkat lunak pengolah citra. Ada dua jenis filter polarizer yaitu linear polarizer dan circular polarizers (atau CPL filter). Kebanyakan dari filter polarizer adalah circular polarizer filter disebut CirPol atau CPL filter dan kita dapat mengubah tingkat polarisasi dengan memutar tombol luar lapisan filter. Tidak seperti filter lain filter polarizer dapat diaplikasikan pada fotografi digital, walaupun diolah di perangkat lunak pengolah citra karena sebagian besar optik yang mengendalikan efek polarisasi pada saat pengambilan gambar tidak dapat dibuat dalam perangkat lunak pengolah citra.</li>
<li><strong>Filter Neutral Density atau Filter Kerapatan Netral (ND)</strong> digunakan untuk mengurangi jumlah cahaya yang mencapai sensor, yang memungkinkan fotografer untuk menggunakan aperture yang lebih besar untuk waktu yang lebih lama daripada apertur dalam keadaan normal tanpa filter. Salah satu contoh aplikasi filter ini untuk foto air terjun dengan kecepatan rana yang lambat saat hari terang. Tanpa filter ND lensa paling tidak akan dapat menggunakan aperture kecil dengan eksposur panjang. Sedang <strong>Filter Graduated Neutral Density (GND)</strong>adalah filter netral digunakan pada rentang dinamis akibat perbedaan eksposur antara highlight (biasanya langit) dan bayangan muka pada sisi bawahnya yang terlalu besar untuk diperoleh eksposur yang tepat untuk keduanya pada satu pengambilan gambar, semisal sisi langit yang cenderung overeksposur dan sisi bawah yang cenderung undereposur akan sulit untuk menghasilkan gambar dengan eksposur yang pas. Dengan pemakain filter ini langit akan tampak sedikit gelap dan sisi muka bawah tidak terjadi undereksposur.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Color correction filter atau filter koreksi warna,</strong> gunanya untuk mengurangi efek pencahayaan yang tidak seimbang untuk nilai warna (white balance), semisalnya, filter biru 80A digunakan dengan siang hari untuk memperbaiki warna jingga hingga kemerahan pada lampu pencahayaan tungsten rumah tangga, sedangkan 85B digunakan untuk pencahayaan tungsten kebiru-biruan pada siang hari.             Filter koreksi warna dikenal dengan angka-angka yang kadang-kadang bervariasi dari produsen ke produsen, namun fotografi digital, penggunaan filter ini telah dapat dikurangi dengan perangkat lunak pengolah citra setelah gambar diambil.</li>
<li><strong>Color subtraction filter atau filter pengurang warna,</strong> digunakan untuk menyerap warna tertentu dari cahaya dan membiarkan warna sisanya. Filter ini dapat digunakan untuk mendominasi warna utama yang membentuk sebuah citra. Filter ini paling sering digunakan dalam industri percetakan terutama untuk separasi warna dan digunakan sebagai solusi fotografi digital.Filter ini umumnya digunakan dalam fotografi hitam dan putih untuk memanipulasi kontras. Sebagai contoh filter kuning akan meningkatkan kontras antara langit dengan awan dan penggelapan yang kedua. Filter Oranye dan merah akan mempunyai efek yang lebih kuat dalam menyaring hijau gelap sehingga langit terlihat terang.Sebaliknya untuk mengurangi kontras digunakan filter difusi.</li>
<li><strong>Color Diffusion filter atau Filter Difusi</strong><strong> </strong>atau softens sering digunakan untuk potret, mempunyai efek mengurangi kontras, dan filter yang dirancang menggunakan beberapa bentuk grid atau jaring pada filter.Efek pada filter ini dapat dengan diperoleh dengan perangkat lunak pengolah citra, yang dapat memberikan kontrol yang tepat dari berbagai tingkat efek, namun kelebihan dari &#8220;melihat&#8221; dengan filter mungkin akan tampak berbeda. Selain itu, akan langsung terlihat jika ada kontras yang terlalu tinggi pada sensor digital atau film, sedang pada pasca pengolahan citra sulit untuk dapat dikompensasi akibat penurunan kontras gambar. Filter diffus tranparan umumnya dibuat dengan cara memodifikasi clear filter atau UV filter dengan menempatkan berbagai materi seperti minyak ter, optik semen, dan kuku polandia. filter tranparan lebih umum digunakan untuk menciptakan efek &#8220;kabur&#8221; atau &#8220;berkabut&#8221;  selain digunakan untuk mengurangi kontras.Selain pemakaian filter difusi, efek difusi atau pengurangan kontras dapat dilakukan dengan cara menempatkan lensa didepan kotak jala kelambu terbuat dari nylon.</li>
<li><strong>Cross screen Filter atau Filter Bintang</strong>, disebut filter bintang karena filter ini dapat membuat pola bintang berupa baris yang menyebar keluar dari objek yang terang. Pola bintang yang dihasilkan oleh sinar yang datang diakibatkan oleh kisi-kisi filter atau kadang-kadang oleh penggunaan prisma pada filter. Filter ini banyak dipakai pada fotografi malam agar sinar atau cahaya lampu lebih kelihatan berpendar.</li>
<li><strong>Diopters Filter dan Split diopters filter</strong>, Diopters filter yang sering disebut filter makro atau filter close-up terdiri dari satu atau dua elemen lensa yang digunakan untuk membantu fotografi dengan obyek atau fokus yang relatif dekat seperti dalam fot close-up dan <a href="http://yoxx.blogspot.com/2009/08/sedikit-tentang-fotografi-makro.html">fotografi makro</a>. Mereka kadang-kadang dijual satu per satu, dan kadang-kadang dijual di kit dari +1, +2, dan +4 diopters, walaupun hasilnya tidak 1:1 makro,mereka memungkinkan untuk dapat dikombinasikan.Split diopter adalah filter diopter yang hanya setengah dari lensa kamera yang ditutupi oleh filter. Split diopter bulat memiliki ring filter biasa namun hanya setengah lingkaran dari kaca (atau plastik). Hal ini memungkinkan fotografer untuk memotret objek yang sangat dekat dengan latar belakang lebih jauh, secara efektif memperpanjang DOF atau kedalaman lapangan.</li>
</ul>
<p>Filter kamera umumnya terbuat dari kaca, resin plastik (seperti CR39), polyester dan polycarbonate; ada juga yang terbuat dari asetat atau bahkan agar-agar atau jel, filter warna biasanya menggunakan campuran beberapa bahan bahkan ada filter berlapis yang terdiri dari lembaran tipis bahan dikelilingi dan didukung oleh dua buah gelas kaca atau plastik. Beberapa jenis filter menggunakan bahan-bahan lain di dalam kaca berlapisnya misalnya, film khusus pada filter polarizer dan kasa nilon kelambu pada filter diffus.<br />
Kualitas filter ditentukan oleh lapisan-lapisan optik yang memungkinkan lebih banyak cahaya untuk melewati filter. filter tidak di lapis (uncoated filter) dapat memblokir hingga 9% dari cahaya, sementara filter multi lapis dapat memungkinkan hingga 99,7% dari cahaya yang melewati. Beberapa produsen dengan kualitas tinggi untuk filter filter multi lapis antara lain berlabel:  Hoya: HMC (Hoya Multi Coating) dan  B + W: MRC (Multi Coating Ressist)<br />
Kejelakan yang dapat dikurangi dengan pemakaian filter adalah pengurangan panas dan kontras akibat lapisan multi lapis di filter. Pengecualian untuk aturan ini adalah pada filter inframerah dan ultraungu di mana filter yang tidak dilapis (uncoated filter) malah banyak dipakai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corruptt.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corruptt.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/corruptt.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/corruptt.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/corruptt.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/corruptt.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/corruptt.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/corruptt.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/corruptt.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/corruptt.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/corruptt.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/corruptt.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/corruptt.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/corruptt.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=13&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/tentang-filter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15bbf487fd405847215c5c4ee35505fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">corruptt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DoF</title>
		<link>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/dof/</link>
		<comments>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/dof/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 13:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>corruptt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://corruptt.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Depth Of Field pada artikel yang mengulas tentang macam2 terminologi fotografi, nah pada edisi teknik dasar fotografi kali ini saya akan mencoba memberikan pemahaman dasar yang lebih mendalam tentang Depth Of Field. mulai ajah yuuk.. Secara harafiah Depth of Field (DOF) berarti kedalaman ruang. Di dunia fotografi, DOF secara teknis berarti rentang atau variasi jarak antara kamera dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=10&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Depth Of Field</strong> pada artikel yang mengulas tentang macam2 <span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.arielz.net/fotografi/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-3"><strong>terminologi fotografi</strong></a></span>, nah pada edisi <strong>teknik dasar fotografi</strong> kali ini saya akan mencoba memberikan pemahaman dasar yang lebih mendalam tentang Depth Of Field. mulai ajah yuuk..</p>
<p>Secara harafiah <strong>Depth of Field</strong><strong> </strong>(DOF) berarti kedalaman ruang. Di dunia fotografi, DOF secara teknis berarti rentang atau variasi jarak antara kamera dengan subjek foto untuk menghasilkan variasi ketajaman (fokus) gambar yang masih dapat diterima (tidak blur). Dengan kata lain, DOF digunakan untuk menunjukkan ruangan tertentu di dalam foto yang mendapatkan perhatian khusus oleh mata karena adanya perbedaan ketajaman (fokus)</p>
<p>Secara umum, <strong>Depth Of Field</strong> dipengaruhi oleh 3 hal yaitu :</p>
<p><strong>Jarak fokus utama dari kamera</strong></p>
<ul>
<li>Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan kuadrat jarak objek. Jika kita mengubah jarak antara kamera dengan objek sebesar 3x (lebih jauh – dengan menggeser kamera mundur dari posisi semula) maka lebar ruang tajam akan menjadi 9x lebar semula.</li>
</ul>
<p><strong>Bukaan diafragma</strong></p>
<ul>
<li>Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan diafragma. Contoh: jika diafragma dinaikkan 2 stop dari f/8 ke f/16, maka lebar ruang tajam akan menjadi 2x lebar semula.</li>
</ul>
<p><strong>Panjang fokus lensa yang digunakan</strong></p>
<ul>
<li>Lebar ruang tajam berbanding terbalik dari kuadrat panjang fokus. Dengan kata lain, lebar ruang tajam akan menjadi 4x lebar semula jika kita mengubah lensa dari 100mm ke 50mm (panjang fokus lensa setengah dari semula).</li>
</ul>
<p>Semakin lebar sudut lensa maka semakin luas daerah ruang tajamnya. Ini artinya, ketika kamera di-zoom out, objek yang kita shoot akan semakin leluasa untuk bergerak maju ataupun mundur dalam jarak tertentu dari kamera dan masih terlihat tajam/fokus. Ruang tajam yang sempit dalam pengambilan gambar telephoto, disebut juga DoF sempit, sedangkan ruang tajam yang luas dalam pengambilan gambar wide disebut juga DoF luas.</p>
<p>Semakin membuka diafragma, semakin sempit daerah ruang tajamnya. Ini berarti, mengatur fokus dalam situasi pencahayaan yang kurang akan lebih problematis dikarenakan diafragma harus membuka lebar dan objek tidak akan leluasa untuk bergerak mendekat atau menjauh dari kamera karena akan keluar dari fokus (out of focus).</p>
<p>Kombinasi antara telephoto (zoom in all the way) dan diafragma yang membuka lebar, akan mengakibatkan ruang tajam yang sempit. Satu contoh, saat pengambilan gambar telephoto (tight shot) seorang penyanyi yang melakukan konser pada malam hari dengan pencahayaan yang minim, kita harus berhati-hati dalam mengatur fokus, karena sedikit saja penyanyi tersebut bergerak mendekat atau menjauh dari kamera, maka dia akan mudah untuk keluar dari fokus<strong>.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corruptt.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corruptt.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/corruptt.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/corruptt.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/corruptt.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/corruptt.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/corruptt.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/corruptt.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/corruptt.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/corruptt.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/corruptt.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/corruptt.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/corruptt.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/corruptt.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=10&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/dof/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15bbf487fd405847215c5c4ee35505fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">corruptt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>how to be a landscaper?</title>
		<link>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/4/</link>
		<comments>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 07:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>corruptt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/4/</guid>
		<description><![CDATA[-1. Latihan teknik eksposure yang baik exposure yang sulit karena ada matahari dalam frame Shutter speed, aperture, ISO, mode exposure harus di luar kepala. Karena exposure landscape itu emang paling susah karena range cahayanya besar sekali. Pelajari mode manual exposure agar metering tidak ‘lari-lari’. Jangan lupa filter Gradual ND ataupun teknik HDR untuk situasi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=4&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>-1. Latihan teknik eksposure yang baik</strong></p>
<p>exposure yang sulit karena ada matahari dalam frame</p>
<p>Shutter speed, aperture, ISO, mode exposure harus di luar kepala. Karena exposure landscape itu emang paling susah karena range cahayanya besar sekali. Pelajari mode manual exposure agar metering tidak ‘lari-lari’. Jangan lupa filter Gradual ND ataupun teknik HDR untuk situasi yang sulit.</p>
<p><strong>2. Latihan komposisi dasar dan keluar dari komposisi ‘baku’ tersebut</strong></p>
<p>Rule of third memang sangat membantu. Tapi ada kalanya komposisi dead center malah lebih bagus. Perhatikan karakter dari scene dan lihat apa yang mau disampaikan dan cari komposisi yang sesuai. Lagipula, aturan ada juga untuk dilanggar bukan?</p>
<p>the 2 of us &#8212; komposisi dead center</p>
<p><strong>3. Latihan di tempat yang sama</strong></p>
<p>Tidak perlu pindah lokasi kalau foto kita belum bagus. Mungkin kita datang pada waktu yang salah. Untuk latihan, gunakan lokasi yang sama tapi waktu yang berbeda. Sebagai contoh pagi, siang, dan sore. Cobalah latihan di hari yang berbeda pula, akan ada perubahan yang sangat signifikan. Hasilnya kita akan mengerti warna, kualitas cahaya, temperatur cahaya yang akan berdampak pada elemen.</p>
<p>gambar atas sore hari, bawah pagi hari</p>
<p>pantai dreamland, jam 4 sore dan jam 6 sore</p>
<p>cuaca yang berbeda di bulan yang berbeda</p>
<p><strong>4. Latihan di musim yang berbeda</strong></p>
<p>Tiap musim memiliki karakter yang berbeda. Buat yang di Indonesia (kayak gw ada di luar negeri aja ) coba latihan pada musim hujan, pancaroba, dan kemarau. Dengan ini kita akan mengerti warna dan kualitas cahaya serta pengaruh perubahan alam terhadap hasil foto. Kalau kata teman saya sih di Bromo tiap bulan pasti beda keadaannya.</p>
<p>musim, cuaca yang berbeda tapi tempat yang sama</p>
<p><strong>5. Latihan dengan arah cahaya yang berbeda</strong></p>
<p>Side light, top light, back light artinya adalah posisi matahari. Coba dengan berbagai macam sudut datang cahaya yang berbeda dan coba atasi untuk mendapatkan exposure yang baik. Hasilnya anda akan mengerti aplikasi filter dan variasi exposure yang harus diterapkan.</p>
<p>arah cahaya yang berbeda</p>
<p><strong>6. Banyak lihat referensi</strong></p>
<p>Lihat lihat di internet banyak sekali contoh – contoh foto. Untuk referensi lihatlah foto yang bagus bagus seperti di<a href="http://timecatcher.com/" target="_blank"> time catcher</a> atau <a href="http://1x.com/photos/landscape/" target="_blank">onexposure</a></p>
<p><strong>7. Latihan sabar, sabar, dan sabar</strong></p>
<p>Yup, benar sekali saudara – saudara. Fotografi landscape jadi susah karena kita jarang sekali bisa sabar (baca:males). Butuh kesabaran ekstra tinggi buat nunggu momen yang pas. Gak percaya ? coba buka <a href="http://www.fatali.com/" target="_blank">website michael fatali</a>, liat di setiap gambarnya ada “field notes” di bagian “waiting for the light”, ada yang sehari, 2 hari, seminggu, sebulan. Percaya kan? So, be patient aja lah…</p>
<p>Kesimpulannya, jangan duduk di depan komputer terus! Keluar sana cari foto yang bagus..hehehe</p>
<p>Nah kalau udah dilakuin hal di atas, insya Allah jika kita pergi ke lokasi yang eksotis kita bakalan siap dan gak bakal sia sia.</p>
<p>Fotografi itu sangat mudah namun juga bisa dibuat sangat susah..</p>
<p><em>p.s. all photo copyrighted to me</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>kuta beach &#8211; koq gambarnya gak nyambung ya?</p>
<h2><a title="Permanent Link to Tips Fotografi : Membuat Foto Pemandangan Alam" href="http://www.arielz.net/fotografi/tips-fotografi-membuat-foto-pemandangan-alam">Tips Fotografi : Membuat Foto Pemandangan Alam</a></h2>
<p>Posted in <a title="View all posts in Fotografi" href="http://www.arielz.net/fotografi">Fotografi</a>.</p>
<p>Membuat sebuah foto pemandangan alam (<em>landscape Photography</em>) yang baik itu gampang2 susah. Pemandangan alam sangat indah tetapi mengapa foto yang Anda hasilkan bisa mengecewakan?. Jangan pula salahkan kamera. Peralatan kamera yang canggih belum bisa menjadi jaminan seseorang bisa membuat foto yang bagus. Berikut ini beberapa tips fotografi tentang bagaimana membuat foto pemandangan alam yang menarik</p>
<p>Cobalah berpikir tentang foto landscape laksana cerita pendek yang memiliki pembukaan <em>(foreground</em>/latar depan), bagian tengah <em>(middle ground</em>/latar tengah), dan bagian akhir <em>(background/</em>latar belakang). Pada sebuah pemandangan ladang pertanian, misalnya, Anda dapat menggunakan kereta tua sebagai <em>foreground,</em> jalan tanah berliku sebagai <em>middle ground</em>, dan sebuah gudang berwarna merah menyala sebagai <em>backgroud.</em> Seorang petani yang sedang menuntun kuda dapat menjadi karakter atau subyek utama foto Anda. (Lepaskan sejumlah ayam di sekitarnya jika Anda butuh beberapa subyek pelengkap.)</p>
<p>Sangat sedikit pemandangan alam tampak teratur rapi pada pandangan pertama, maka tugas utama Anda adalah menemukan sebuah tempat yang menguntungkan yang dapat menerjemahkan atau menyampaikan kepada penikmat foto apa yang menarik mata Anda pada pemandangan tersebut.</p>
<p>Sebuah foto <em>landscape</em> juga harus menangkap roh <em>(spirit)</em> dan <em>mood</em> dari suatu tempat. Bahkan sebelum Anda membidikkan lensa Anda ke sasaran, pikirkan sejenak, tanyakan diri Anda apa yang secara emosional tampak bagi Anda tentang dua hal itu <em>(spirit</em> dan <em>mood).</em> Apakah semburat kuning cahaya pagi yang menelusuk masuk di antara rerumputan kering di ladang? Warna, arah, kualitas, intensitas cahaya semuanya punya efek pada landscape. Atau apakah itu kabut sore yang melayang-layang di atas sungai. Cuaca dalam segala bentuknya dapat bekerja mengagumkan bahkan pada pemandangan yang sangat biasa sekalipun</p>
<p>Berikut Ini ada beberapa tips teknis untuk membuat landscape photography yang baik, (adaptasi dari artikel di forum fotografer <a href="http://www.kitafoto.com/"><strong>kitafoto.com</strong></a>)</p>
<p><strong>RAW</strong><br />
Selalu gunakan file berbentuk RAW, jangan yang lain. Kita tentunya akan sangat senang apabila kita bisa dengan mudah untuk memodifikasi hasil foto menggunakan software-software foto. Oleh karena itu, hal yang paling mudah apabila kita menginginkan untuk memodifikasi sebuah hasil foto adalah dengan mempunyai sebuah film negatif digital. Film negatif digital yaitu file RAW.</p>
<p><strong>Komposisi</strong><br />
Carilah sebuat lokasi yang paling kita sukai dan kita percaya bahwa tempat itu adalah tempat yang tepat untuk membuat sebuah foto landscape. Kita harus menemukan sebuah lokasi yang benar-benar bagus untuk komposisinya dimana kita harus memperhatikan latar depan dari sebuah object yang akan kita ambil fotonya. Tanpa sebuah latar depan yang bagus, latar belakang dari object tidak akan menarik meskipun secantik apapun latar belakang tersebut.<br />
Contoh:<br />
Kita akan mengambil sebuah foto landscape puncak gunung, dimana backgroundnya berupa beberapa awan kuning yang besar. Mungkin foto ini cukup bagus, tetapi akan lebih bagus lagi apabila kita menambahkan beberapa tumpukan batu di depan gunung tersebut. Dengan begitu, akan terasa lebih komplit komposisi dalam foto tersebut dimana kita juga memberikan latar depan yang bagus.<br />
Kemudian, jangan lupa tentang aturan didalam sebuah komposisi foto yaitu<br />
Jangan pernah menaruh object utama ditengah2 frame foto.<br />
Kenapa?<br />
Karena nanti akan menjadikan sebuah <em>Dead Center</em> pada foto tersebut.<br />
Apa itu Dead Center? Hmm,. Kita coba jelaskan pada topik berikutnya ya</p>
<p><strong>Tripod</strong><br />
Untuk mengambil foto landscape diperlukan ISO rendah (50-100) untuk mendapatkan noise yang rendah serta saturasi warna yang sempurna. Tetapi, ISO rendah juga berarti shutter speed lambat.<br />
Nah, untuk mengatasi shutter speed yang lambat, seharusnyalah kita menggunakan tripod, agar foto yang kita hasilkan nanti tidak goyang (shake).<br />
Tripod aja juga belom cukup, kita harus menentukan posisi horison yang tepat. Dimana horison yang kita buat haruslah selalu lurus, tidak miring ke kiri ataupun ke kanan. Apabila kita kesulitan untuk membuat horison yang lurus, kita dapat menggunakan plastic spirit level, sebuat alat bantu yang kita pasangkan pada hotsoe (dudukan Blitz) kamera. Dengan begitu, kita akan selalu mendapatkan horison yang lurus.</p>
<p><strong>Filter</strong><br />
Oke, kita sudah hampir siap sekarang<br />
Jika kita sudah siap, kita pencet shutter relase nya, klik. Dan, kita sudah punya sebuah foto landscape. Tetapi begitu dilihat di rumah? Loh kok? Terang banget? Warna langit lebih terang dari warna yang lain? Waduh kenapa inih??<br />
Jawabannya adalah Filter.<br />
Kenapa filter? Ya,. Kita bisa menggunakan filter netral, bagus lagi klo kita menggunakan filter density netral. Kita juga bisa menggunakan filter circular polarising (CPL) dimana akan didapatkan hasil yang lebih baik, karena pencahayannya rata serta dapat menghilangkan pantulan yang ditimbulkan dari kaca atau air.</p>
<p><strong>Aperture</strong><br />
Untuk mendapatkan ketajaman foto untuk semua area, gunakanlah aperture antara f11 – f16, tetapi tergantung dari kamera yang kita gunakan juga ding<br />
Namun, kita tetap harus menggunakan aperture dibawah f13 untuk sebuah foto landscape untuk menghindari difraksi foto yang terlalu soft.</p>
<p><strong>Waktu</strong><br />
Waktu terbaik untuk mendapatkan sebuah foto landscape adalah pada saat “<em>Golden Hour</em>”. Kapan itu golden hour? Ya,. Waktu tersebut kira-kira 30 menit setelah matahari terbit atau 30 menit sebelum matahari terbenam.<br />
Namun, kita juga bisa mendapatkan sebuah dramatik awan yang gelap pekat ataupun awan putih besar dengan langit yangbiru cerah.<br />
Tentunya, kita memang harus benar-benar memastikan bahwa waktu yang kita gunakan adalah tepat.<br />
Jangan membuat foto landscape pada tengah hari?<br />
Kenapa??<br />
Panas bokk,.  heheheh..</p>
<p><strong>Kesabaran</strong><br />
Wah,.. kenapa hal ini uga kita perlukan?<br />
Pastinya, kita tidak bisa membuat foto dengan baik apabila istri disamping kita sudah cemberut minta pulang,. teman disebalah sudah ngomel2 karena kepanasan dan lain sebagainya.<br />
Kita harus meluangkan waktu dan teliti. Dimana kita harus melihat apa yang kitaliat diviewfinder sama dengan object yang akan kita foto.<br />
Kita harus memperhatikan pencahayaan dalam foto tersebut agar hasil yang akan kita dapatkan benar-benar maksimal.<br />
Kuncinya hanya satu yaitu sabar.</p>
<p><strong>Kamera</strong><br />
Taukah kita sebuah kamera yang baik?<br />
Apakah kamera yang baik itu akan selalu mahal?<br />
Hmm,. Kolega saya pernah bilang, “dalam fotografi uang itu tidak bohong”<br />
Apa maknanya?<br />
Ya,.. maknanya tentunya kita harus menggunakan kamera yang memadai atau sebuah kamera yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik pula.<br />
Okey? Persiapkan semuanya, masukkan semua gear-mu kedalam tas, jangan sampai ada yang ketinggalan.</p>
<p><strong>White balance</strong><br />
Jika kamu menggunakan RAW, (harusnya) kita tidak perlu kuatir tentang setingan white balance pada kamera. Karena nantinya kita bisa memodifikasi menggunakan software foto.</p>
<p><strong>Shutter Release</strong><br />
Gunakanlah shutter relase cable atau wireless shutter relase, untuk menghindari shake pada kamera pada saat mengambil foto.<br />
Biasanya untuk beberapa kamera yang “bagus” perangkat tambahan ini banyak dijual, baik yang third party ataupun yang sejenis dengan merk kameranya.<br />
Jika kita tidak punya shutter release, kita bisa menggunakan delay pada kamera.</p>
<p><strong>Terakhir</strong><br />
Keluar dari rumah, cari sebuah moment, dan jepret, jepret,. jepret!  Jika tidak begitu kapan mau mengambil sebuah foto landscape ?</p>
<p>Semoga bermanfaat!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corruptt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corruptt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/corruptt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/corruptt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/corruptt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/corruptt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/corruptt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/corruptt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/corruptt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/corruptt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/corruptt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/corruptt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/corruptt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/corruptt.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=4&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15bbf487fd405847215c5c4ee35505fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">corruptt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>apakah ada sudah siap untuk mengeluti bidang fotogrphy?</title>
		<link>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/apakah-ada-sudah-siap-untuk-mengeluti-bidang-fotogrphy/</link>
		<comments>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/apakah-ada-sudah-siap-untuk-mengeluti-bidang-fotogrphy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 07:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>corruptt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/apakah-ada-sudah-siap-untuk-mengeluti-bidang-fotogrphy/</guid>
		<description><![CDATA[sebenarnya konten ini saya masukan agar para pembaca menyadarinyya. bidang ini sangat luxry karena kita lihat dari acsesoriesnya yang begitu mahal..tidak hanya itu kameranya puny sudah terbilang mahal untuk orang yang hanya sekedar ingin mempunyainya saja tanpa untuk menguasinya.dalam arti kata dia hanya ingin pnya saja mungkin agar di pandang lingkungannya atau dia menggali semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=3&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya konten ini saya masukan agar para pembaca menyadarinyya. bidang ini sangat luxry karena kita lihat dari acsesoriesnya yang begitu mahal..tidak hanya itu kameranya puny sudah terbilang mahal untuk orang yang hanya sekedar ingin mempunyainya saja tanpa untuk menguasinya.dalam arti kata dia hanya ingin pnya saja mungkin agar di pandang lingkungannya atau dia menggali semua kegunaan dan fasilitas yang di pnyai si gear tersebut.karena dengan harganya yang mahal pasti bnyk kelebihanya kan?<br />
jadi untuk kesimpulan anda membeli kamera tipe DSLR untuk kegunaan apa..kalo hnya sekedar untuk foto saja kita bisa menggunakan kamera prosumer atau camdig yang harga nya terjangkau dan perawatannya pun ta sesulit DSLR.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corruptt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corruptt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/corruptt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/corruptt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/corruptt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/corruptt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/corruptt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/corruptt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/corruptt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/corruptt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/corruptt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/corruptt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/corruptt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/corruptt.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=3&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/apakah-ada-sudah-siap-untuk-mengeluti-bidang-fotogrphy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15bbf487fd405847215c5c4ee35505fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">corruptt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/hello-world/</link>
		<comments>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 07:31:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>corruptt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=1&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/corruptt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/corruptt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/corruptt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/corruptt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/corruptt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/corruptt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/corruptt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/corruptt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/corruptt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/corruptt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/corruptt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/corruptt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/corruptt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/corruptt.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=corruptt.wordpress.com&amp;blog=11776071&amp;post=1&amp;subd=corruptt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://corruptt.wordpress.com/2010/02/01/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15bbf487fd405847215c5c4ee35505fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">corruptt</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
